Press "Enter" to skip to content

Waspada Banjir, Polres Payakumbuh Bersama Warga Tanggulangi Longsornya Tebing Sungai Dan Pohon Tumbang Di Batang Lampasi

Hujan deras yang terjadi beberapa pekan ini di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota menyebabkan tumbangnya pohon beringin dan pohon bambu ke dalam aliran sungai Batang Lampasi yang berada di tapal batas antara Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Latina, Kota Payakumbuh.

Pohon beringin dan bambu yang tumbang tersebut telah menyebabkan terhambatnya aliran sungai sehingga aliran sungai menggerus dinding tebing sungai dan akhirnya mengakibatkan dinding tebing pinggiran sungai mengalami longsor.

Untuk mengatasi hal tersebut, Polres Payakumbuh bersama stakeholder dan warga Nagari Koto Baru Simalanggang melakukan gotong rotong membersihkan pohon tumbang yang menghambat aliran Sungai Batang Lampasi, Minggu (12/1).

Kondisi Sungai Batang Lampasi

Bersih-bersih Sungai Batang Lampasi ini dihadiri oleh Kasat Sabhara Polres Payakumbuh, AKP Akno, Camat Payakumbuh Drs. Syaiful, Kanit Sabhara Polres Payakumbuh, IPTU Syafrizal, Kanit Binmas Polsek Payakumbuh, IPDA Kurnia Adifa, S.H., Kanit Intelkam Polsek Payakumbuh, IPDA Omdatra, 1 regu personel gabungan anggota Sabhara Polres Payakumbuh dan Polsek Payakumbuh, 1 regu personil BPBD Pemkab 50 Kota, Sekretaris Nagari dan Perangkat Nagari Koto Baru Simalanggang, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Nagari Koto Baru Simalanggang serta Babinsa Kelurahan Koto Panjang Lampasi.

Gotong Royong Bersama Warga

Sekretaris Nagari Koto Baru Simalanggang Bustanul Arifin mengatakan bahwa gotong royong yang berlangsung selama 4 jam ini belum dapat membersihkan dan mengangkat semua pohon yang tumbang tersebut ke pinggir sungai dikarenakan minimnya peralatan, jumlah potongan kayu dan bambu yang sangat banyak ditambah kondisi arus sungai yang deras dan dalam.

Sementara pantauan terakhir, runtuhnya tanah tebing sungai juga menyebabkan terputusnya pasokan air sungai ke Sawah Kosiak seluas kurang lebih 150 hektar dan mengancam terjadinya gagal panen karena aliran air irigasi jatuh terbuang kembali masuk ke dalam Sungai Batang Lampasi.

Berdasarkan hasil musyawarah dipimpin Kasat Sabhara Polres Payakumbuh, beserta Camat Payakumbuh, Perangkat Nagari, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda serta kelompok tani, disepakati akan kembali dilaksanakan gotong royong lanjutan nantinya di lokasi tersebut, pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020.

Kapolres Payakumbuh AKPB Dony membenarkan bahwa akan ada gotong royong lanjutan untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui di lapangan. “Kami bersama Kodim 0306/50 Kota, Denzipur/2 PS dan Yonif 131/BRS akan turun membantu warga dengan peralatan yang memadahi. Semoga saja nanti bersama warga bahu membahu kita dapat mengatasi masalah ini sebelum permasalahan ini memberikan dampak yang lebih besar kepada petani sekitar“, pungkas Dony.

Wali Nagari Koto Baru Simalanggang Purwanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Payakumbuh dan jajaran serta semua pihak yang telah membantu warga untuk membersihkan sungai dari tumpukan sampah dan batang kayu. “Bila tidak segera dibersihkan, lalu tiba-tiba turun hujan deras, kemungkinan besar air sungai akan meluap dan lahan pertanian warga akan terkena banjir. Semoga ke depan kita bisa lanjutkan lagi gotong royong ini hingga tuntas “, ujarnya. (Cmmd)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *