Press "Enter" to skip to content

14 Hari Berantas Narkoba, Polres Payakumbuh Amankan 14 Tersangka, 50 Gram Shabu Dan 9,5 KG Ganja

Polres Payakumbuh menggelar jumpa pers hasil operasi pemberantasan penyalahgunaan narkotika, Jum’at (21/2). Didampingi Wakapolres, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim dan Kapolsek Kota Payakumbuh, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan memaparkan hasil operasi yang digelar jajarannya selama 14 hari dari tanggal 7 Februari sampai dengan 20 Februari 2020.

Membuka jumpa pers, Kapolres Payakumbuh memaparkan bahwa selama 14 hari operasi digelar, jajarannya berhasil mengungkap 11 kasus dengan tersangka sebanyak 14 orang yang diamankan dari 8 tempat yang berbeda.

Menurutnya, dari 11 kasus tersebut, 10 di antaranya diungkap oleh Satuan Reskrim Narkoba yang dipimpin oleh Kasat Narkoba IPTU Desneri dan sisanya sebanyak satu kasus diungkap oleh Polsek Kota Payakumbuh dibawah pimpinan Kapolsekta AKP Julianson.

Tidak tangung-tanggung, dari 14 orang tersangka tersebut, Polres Payakumbuh mengamankan barang bukti berupa 9,5 KG ganja dan 50 gram shabu siap edar beserta barang bukti tambahan berupa alat komunikasi dan uang hasil penjualan narkotika.

Kasat Narkoba menambahkan “Dari 11 Kasus yang berhasil kami ungkap, 3 di antaranya memang sudah merupakan target operasi yang sudah lama diincar sedangkan 8 kasus lainnya merupakan jaringan baru dan merupakan hasil pengembangan kasus“.

Selanjutnya Desneri menjelaskan lebih rinci sindikat narkoba yang berhasil diungkap timnya. Diawal operasi Jumat (7/2), Timnya langsung mengungkap 3 kasus sekaligus dalam waktu yang berdekatan.

Pada pukul 12.00 WIB, Tim Sat Resnarkoba mengamankan NA (43 tahun), warga Kel. Kapalo Koto Ampangan, Kec. Payakumbuh Selatan, di Jl. Marah Adin Kel. Sawah Padang, Kec. Payakumbuh Barat, dengan barang bukti Shabu sebanyak 1 paket. 

30 menit kemudian, Tim bergeser mengamankan NI (46 tahun), warga Kel. Padang Tiakar Hikir, Kec. Payakumbuh Timur, di Jl. Pelita, Kel. Kubu Tapak Rajo, Kec. Payakumbuh Utara dengan barang bukti 3 paket Shabu, 2 unit HP dan 1 unit timbangan digital. Selanjutnya dilokasi yang sama, diamankan ZK (50 tahun) dan DO (48 tahun) warga Kel. Kubu Tapak Rajo, Kec. Payakumbuh Utara dengan barang bukti 1 paket shabu dan 2 paket ganja serta 1 set alat hisap Shabu.

Selanjutnya, Senin (10/2) sekira pukul 13.30 WIB, Desneri dan Tim berhasil mengamankan WE (26 tahun), warga Jorong Baruah Andaleh, Nagari Sariak Laweh, Kec. Akabiliru, Kab. 50 Kota, di Depan Kedai Soto Che, Jl. Sultan Usman, Kel. Nunang Daya Bangun, Kec. Payakumbuh Barat dan di rumah tersangka dengan barang bukti 4 paket Shabu siap edar.

3 hari kemudian, Kamis (13/2), pukul 02.00 WIB, Desneri dan Tim kembali berhasil mengamankan VA (18 tahun) warga Kel.Pabrik Muko Aie, Kec. Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh. Saat digeledah di Jl. Pemuda RT / RW : 01/02, Kecamatan Payakumbuh Utara, pada tersangka ditemukan 1 paket ganja. Kemudian setelah dikembangkan ditemukan lagi 4 paket ganja kering siap edar.

Masih pada hari Kamis (13/2), pada pukul 10.00 WIB, Tim berhasil mengamankan 1 orang tersangka RS (42 tahun) Jl. Piobang, Kel. Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kec. Payakumbuh Utara, dengan barang bukti berupa 1 paket Shabu yang dibungkus plastik bening. 

Dari tersangka RS, kemudian Tim berhasil mengungkap pengedarnya yang merupakan target operasi di TKP yang sama yaitu PL (53 tahun) warga Kubu Tapak Rajo, Kec. Payakumbuh Utara. Dari tangan PL berhasil diamankan barang bukti Shabu dengan jumlah yang cukup banyak yaitu 1 paket besar Shabu, 3 paket kecil Shabu, uang hasil penjualan dan timbangan digital.

Selang dua hari kemudian, Sabtu (15/2) pukul 10.30 WIB, Tim Sat Resnarkoba mengungkap sindikat peredaran ganja kiloan yang diawali dengan penangkapan AB (23 tahun) warga Kel. Sungai Pinago, Payakumbuh Barat dengan barang bukti 3 paket ganja yang disimpan di dalam jok sepeda motor dan satu paket tergantung di gantungan kunci sepeda motor.

Dari tersangka AB, kemudian berhasil diamankan sumber barangnya yaitu dari FD yang baru berumur 16 tahun, warga Kel. Koto Tangah, Payakumbuh Barat dengan tambahan barang bukti paket besar ganja seberat 7,8 KG, 6 paket sedang ganja seberat 8,6 ons dan 1 paket kecil ganja.

Dari sindikat ganja tersebut diperoleh informasi keberadaan sindikat ganja lainnya. Masih di hari yang sama, Sabtu (15/2), Tim kembali berhasil mengungkap PW (20 tahun) warga Kec. Payakumbuh Barat dengan barang bukti ganja yang disimpan dalam kotak plastik bening.

Dari tersangka PW, kemudian dikembangkan lagi dengan ditangkapnya MS (19 tahun) dan SN (22 tahun. Keduanya adalah warga Situjuh Bandar Dalam, Kec. Situjuh Limo Nagari, Kab. 50 Kota dan dari kedua tersangka berhasil diamankan 7 Paket besar ganja yang dibungkus dengan kertas batang padi warna kuning.

Hasil operasi yang terakhir adalah hasil pengungkapan kasus narkoba yang berawal dari pengungkapan kasus curanmor oleh Polsek Kota Payakumbuh. Kapolsek Kota Payakumbuh AKP Julianson menjelaskan awalnya Timnya menangkap M.Idrus (30 tahun) warga Payakumbuh Utara yang merupakan penadah motor curian dari pelaku Curanmor Jefri Susanda (30 tahun) yang juga warga Payakumbuh Utara. “Saat Idrus digeledah, ditemukan 1 paket ganja, 1 set alat hisap sabu dan 1 unit timbangan digital” sambung Kapolsekta.

Kapolres Payakumbuh mengapresiasi kinerja jajarannya yang telah gigih berjuang tidak mengenal waktu dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Payakumbuh dan berharap jajarannya tetap gigih dan solid dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika. (Cmmd)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *