Press "Enter" to skip to content

Polres Payakumbuh Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Di Mall Pelayanan Publik

Terhitung sejak Kamis, 23 Juli 2020 hingga 5 Agustus mendatang, jajaran Polres Payakumbuh menggelar Operasi Patuh Singgalang 2020 dalam rangka terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) Lantas sekaligus pencegahan penularan Covid-19.

Apel gelar pasukan diselenggarakan sesederhana mungkin di halaman Polres, Kamis pagi (23/7) dengan melibatkan perwakilan instansi, itupun masing-masing 5 orang dengan pertimbangan penerapan protokol kesehatan.

Dipimpin oleh Kapolres Payakumbuh, apel gelar pasukan dihadiri oleh Pejabat Polres, Kapolsek dan personel Polres dan perwakilan instansi meliputi Dishub, Pom TNI dan Pokdar Kamtibmas.

Pada apel gelar pasukan gabungan di halaman Polres Payakumbuh, Kapolres Payakumbuh menyampaikan beberapa penekanan dari Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto agar pelaksanaannya berorientasi pada tujuan operasi.

Usai menyematkan pita operasi kepada perwakilan personel Polres Payakumbuh, Dishub dan POM TNI, Kapolres membacakan amanat Kapolda Sumbar.

Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto  menyampaikan bahwa tujuan operasi patuh adalah mengupayakan Kamseltibcar Lantas, mencegah penularan Covid-19, cegah dan ungkap Curanmor serta pengamanan rangkaian kegiatan pengamanan hari raya Idul Adha 1441 H.

Dalam amanat yang dibacakan Kapolres Payakumbuh, Kapolda Sumbar menekankan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengupayakan Kamseltibcar lantas, di antaranya pemetaan lokasi rawan pelanggaran, kemacaetan dan laka lantas serta upaya untuk mengantisipasinya dengan mengedepankan meliputi penyuluhan dan sosialisasi serta penindakan bila dianggap perlu.

Usai membacakan amanat Kapolda Sumbar, Kapolres Payakumbuh membeberkan data laka lantas tahun 2019 dan tahun 2020 kepada peserta apel.

Tahun 2019, terdapat 153 kasus laka lantas dengan korban meninggal dunia sebanyak 19 orang. Sedangkan tahun 2020, terjadi penurunan laka lantas yaitu 61 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang“, terang Kapolres Payakumbuh.

Kapolres menekankan “data itu tersebut menunjukkan bahwa laka lantas masih menjadi penyebab kematian terbanyak bahkan bila dibandingkan dengan korban yang meninggal dunia akibat tindak pidana. Dan ini merupakan pekerjaan rumah kita semua“.

Kita dihadapkan pada budaya tidak tertib berlalu lintas dengan rendahnya tingka kesadaran masyarakat. Sama halnya dengan menurunnya disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Helm dan masker sama-sama penting perannya dalam menjaga keselamatan diri di tengah pandemi ini. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan helm dan penerapan protokol kesehatan merupakan representasi dari sikap acuh, tidak peduli dengan diri sendiri apalagi orang lain.

Pernah satu saat di jalan utama, saya menyaksikan ada seorang ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor dengan membonceng 3 orang anaknya, satu di depan dan 3 di belakang, semuanya tidak menggunakan helm. ini menyedihkan“, kata Kapolres.

Belum lagi melihat perilaku berkendara warga yang sangat berpengaruh terhadap tingginya angka laka lantas dan korban meninggal dunia“, ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Kapolres menghimbau agar peserta apel memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi tersebut dan berharap agar operasi patuh ini memberikan manfaat yang nyata. (Hms)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *