Press "Enter" to skip to content

Peringati Hari Dharma Samudra, Kapolres Pyakumbuh dan Jajaran Nobar Gelaran Wayang Orang “Pandowo Boyong”

Payakumbuh,- Dalam rangka peringatan Hari Darma Samudera yang jatuh pada tanggal 15 Desember, TNI AL menggelar pagelaran Wayang Orang ‘Pandawa Boyong’ yang ditayangkan Live melalui kanal YouTube TNI Angkatan Laut.

Guna memeriahkan hal itu, Minggu Malam, (15/01) Polres Payakumbuh menggelar Nobar (Nonton Bareng) pagelaran wayang orang “Pandawa Boyong” di Aula Rupattama Polres Payakumbuh.

Acara Nobar dihadiri oleh Kapolres Payakumbuh AKBP Wahyuni Sri Lestari, S.I.K., M.H Pejabat Utama Polres Payakumbuh Forkompinda serta tamu undangan dari perwakilan paguyuban di Payakumbuh.

Tidak hanya di Aula Rupattama Polres Payakumbuh, kegiatan Nobar pagelaran wayang orang “Pandawa Boyong” juga di gelar oleh Polsek jajaran Polres Payakumbuh.

Dalam pagelaran wayang orang “Pandawa Boyong” Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut memainkan peran wayang orang.

Panglima TNI Jenderal Yudo memainkan peran Bima Sena, sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit melakoni tokoh Prabu Puntadewa.

Adapun Lakon ini mengisahkan babak ketika lima orang ksatria bersaudara boyongan dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura. Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa.

Mereka harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dengan punya persenjataan lebih banyak. Namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang.

Boyongnya Pandawa ke Astina menjadi pesan moral masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila.

Bahkan sosok dalam Pandawa Lima pun relevan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila. Puntadewa adalah simbol keTuhanan yang menjadi sila pertama dalam Pancasila.

Bimasena yang adil dan penuh rasa kemanusiaan, mewakili sila kedua Pancasila Arjuna mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan yang dinyatakan dalam sila ketiga Pancasila.

Nakula menyimbolkan sila keempat, yaitu permusyawaratan masyarakat Sedangkan kembarannya, Sadewa simbol dari sila kelima, keadilan sosial yang benar-benar adil. (hms*)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.